notarisdanppat.com Bahaya Jika Akta Notaris/PPAT Tidak Sah — Risiko Hukum, Kerugian Finansial, dan Contoh Kasus Nyata
Akta notaris dan akta PPAT bukan sekadar dokumen administratif. Ia adalah alat bukti otentik yang punya kekuatan hukum paling tinggi dalam sistem pembuktian perdata di Indonesia.
Begitu akta bermasalah — cacat formal, cacat materiil, atau bahkan batal demi hukum — konsekuensinya brutal:
- Transaksi bisa dibatalkan
- Sertifikat bisa diblokir
- Bank menolak pencairan kredit
- Sengketa masuk pengadilan
- Uang miliaran bisa macet bertahun-tahun
Banyak orang baru sadar pentingnya legalitas akta ketika sudah terjadi sengketa.
Mari kita bedah secara sistematis.
1. Apa Itu Akta Otentik dan Kenapa Sangat Krusial?
Menurut hukum Indonesia, akta notaris adalah akta otentik yang dibuat oleh pejabat umum yang berwenang, yaitu Notaris.
Sedangkan akta terkait peralihan hak atas tanah dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).
Dasar hukum utama:
- Undang-Undang Jabatan Notaris
- Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997
Akta otentik memiliki kekuatan pembuktian:
- Lahiriah (bentuknya sah)
- Formil (prosedur pembuatannya benar)
- Materiil (isinya dianggap benar sampai dibuktikan sebaliknya)
Jika salah satu unsur ini cacat — kekuatan hukumnya runtuh.
2. Jenis Ketidaksahan Akta
Tidak semua akta bermasalah langsung batal. Ada tingkatan.
A. Cacat Formal
Terjadi jika:
- Tidak dibacakan di hadapan para pihak
- Tidak ditandatangani lengkap
- Tidak ada saksi
- Format tidak sesuai UU
- Notaris/PPAT tidak berwenang wilayah
Akibatnya:
→ Akta turun derajat menjadi akta di bawah tangan.
Artinya?
Kekuatan buktinya jauh lebih lemah.
B. Cacat Materiil
Terjadi jika:
- Salah satu pihak tidak cakap hukum
- Data objek salah
- Ada pemalsuan
- Ada tekanan/paksaan
- Objek dalam sengketa
Akibatnya bisa:
→ Dapat dibatalkan
atau
→ Batal demi hukum
Ini jauh lebih berbahaya.
C. Batal Demi Hukum
Artinya sejak awal dianggap tidak pernah ada.
Contoh:
- Tanah masih sengketa
- Penjual bukan pemilik sah
- Sertifikat palsu
- Melanggar hukum (misal tanah warisan belum dibagi)
3. Risiko Hukum Jika Akta Tidak Sah
Sekarang kita masuk ke dampak nyata.
1. Transaksi Jual Beli Bisa Dibatalkan
Jika AJB cacat, pembeli bisa kehilangan hak atas tanah meski sudah bayar lunas.
Bank juga bisa:
- Membatalkan KPR
- Tidak mencairkan dana
- Meminta pelunasan dipercepat
Risiko finansial sangat besar.
2. Sertifikat Tidak Bisa Diproses Balik Nama
Jika akta PPAT bermasalah, Kantor Pertanahan akan menolak proses di Badan Pertanahan Nasional.
Tanpa balik nama:
- Pembeli tidak sah sebagai pemilik
- Tanah tidak bisa diagunkan
- Tidak bisa dijual kembali
Properti menjadi “aset mati”.
3. Sengketa Masuk Pengadilan
Jika salah satu pihak menggugat, perkara masuk pengadilan negeri.
Putusan bisa:
- Membatalkan akta
- Memerintahkan pengembalian uang
- Menghukum ganti rugi
Proses bisa 2–5 tahun.
4. Risiko Pidana
Jika terbukti ada pemalsuan, penipuan, atau rekayasa dokumen:
Bisa kena:
- Pasal pemalsuan surat
- Pasal penipuan
- Sanksi administratif terhadap notaris/PPAT
Ini bukan lagi sekadar sengketa perdata.
5. Reputasi dan Kerugian Bisnis
Untuk developer atau investor:
Akta bermasalah bisa:
- Menghambat proyek
- Membuat pembeli mundur
- Menurunkan kredibilitas perusahaan
Efek domino.
4. Contoh Kasus Nyata yang Sering Terjadi
Kasus 1: Jual Beli Tanah Warisan Tanpa Semua Ahli Waris
Penjual mengaku sebagai satu-satunya ahli waris.
Ternyata ada saudara lain yang tidak dilibatkan.
Akibatnya:
- AJB digugat
- Sertifikat diblokir
- Pengadilan membatalkan transaksi
Pembeli harus menuntut balik penjual untuk uangnya.
Kasus 2: Akta Tidak Dibacakan
Ada notaris yang lalai tidak membacakan akta di hadapan para pihak.
Ketika terjadi sengketa, pihak tergugat membuktikan prosedur tidak sesuai UU.
Hakim menyatakan:
→ Akta turun menjadi akta di bawah tangan.
Posisi pembuktian berubah drastis.
Kasus 3: PPAT Tidak Berwenang Wilayah
PPAT hanya boleh membuat akta di wilayah kerjanya.
Jika melampaui:
→ Akta cacat kewenangan.
BPN dapat menolak pendaftaran.
Kasus 4: Tanah Dalam Status Sengketa
Pembeli tidak cek riwayat tanah.
Setelah AJB dibuat, muncul gugatan dari pihak lain.
Hasilnya:
- Sertifikat diblokir
- Balik nama tertunda
- Proses hukum panjang
Kerugian waktu dan biaya sangat besar.
5. Kenapa Banyak Orang Baru Sadar Setelah Terlambat?
Karena mereka:
- Fokus pada harga murah
- Tidak cek reputasi notaris/PPAT
- Tidak due diligence tanah
- Tidak memahami detail isi akta
Padahal biaya pencegahan jauh lebih murah dibanding biaya sengketa.
6. Cara Mencegah Akta Tidak Sah
Berpikir preventif. Ini langkah profesional.
1. Gunakan Notaris/PPAT Resmi dan Aktif
Pastikan:
- Terdaftar
- Memiliki SK aktif
- Berwenang di wilayah objek
Jangan tergiur “jasa cepat murah”.
2. Lakukan Due Diligence Tanah
Cek:
- Sertifikat asli
- Status hak (SHM/HGB)
- Riwayat peralihan
- Beban hak tanggungan
- Blokir atau tidak
Verifikasi ke BPN sebelum transaksi.
3. Pastikan Semua Pihak Cakap Hukum
Jika:
- Tanah warisan → libatkan semua ahli waris
- Milik bersama → tanda tangan semua
- Dibawah umur → perlu wali sah
Ini sering jadi sumber sengketa.
4. Hadir Langsung Saat Penandatanganan
Akta harus:
- Dibacakan
- Dipahami
- Ditandatangani di hadapan pejabat
Jangan tanda tangan kosong.
Jangan titip tanda tangan.
5. Simpan Dokumen dengan Baik
Simpan:
- Salinan akta
- Bukti pembayaran pajak
- Bukti pelunasan
- Bukti setor BPHTB & PPh
Dokumen ini jadi tameng hukum Anda.
7. Perbedaan Akta Batal dan Dapat Dibatalkan
Ini penting secara hukum.
Batal demi hukum:
- Sejak awal dianggap tidak ada
- Tidak perlu putusan untuk menyatakan batal
Dapat dibatalkan:
- Sah sampai ada putusan hakim
- Harus digugat dulu
Strategi pembelaannya berbeda.
8. Jika Sudah Terlanjur Bermasalah, Apa yang Bisa Dilakukan?
Langkah realistis:
- Konsultasi hukum segera
- Evaluasi kekuatan akta
- Upaya mediasi dulu
- Ajukan gugatan pembatalan jika perlu
- Ajukan ganti rugi jika dirugikan
Semakin cepat ditangani, semakin kecil kerugian.
9. Perspektif Investor & Developer: Jangan Main-Main
Dalam dunia properti:
Legalitas adalah fondasi valuasi.
Tanah dengan akta bermasalah:
- Sulit dijual
- Nilainya turun
- Tidak bankable
Investor profesional selalu:
- Audit legal dulu
- Baru transfer dana
Urutannya jangan dibalik.
baca juga
- Biaya Notaris & PPAT Terbaru 2026 di Jakarta
- Update Aturan Notaris & PPAT 2026
- Panduan Lengkap Pembuatan Akta Hibah
- Bahaya Jika Akta Notaris/PPAT Tidak Sah
- Contoh Format Akta PPAT yang Sah
10. Kesimpulan Tegas
Akta notaris/PPAT yang tidak sah bukan sekadar kesalahan teknis.
Ia bisa menyebabkan:
- Transaksi batal
- Kerugian miliaran
- Sengketa bertahun-tahun
- Risiko pidana
- Reputasi hancur
Dalam transaksi properti, legalitas adalah segalanya.
Jangan hanya cari biaya murah.
Cari kepastian hukum.
Karena dalam hukum pertanahan:
Yang terlihat aman belum tentu benar-benar aman.