AML & KYC Perusahaan
Halaman ini membahas proses Anti-Money Laundering (AML) dan Know Your Customer (KYC) untuk badan usaha. Fokusnya adalah verifikasi identitas perusahaan, pemilik manfaat akhir, serta penilaian risiko untuk kepatuhan perbankan dan regulator.
1. Definisi AML & KYC
- ✔ AML: sistem pencegahan pencucian uang
- ✔ KYC: proses verifikasi identitas pelanggan atau perusahaan
- ✔ Wajib untuk perbankan, investasi, dan transaksi besar
- ✔ Digunakan untuk mitigasi risiko finansial dan hukum
2. Komponen Verifikasi KYC Perusahaan
- ✔ NIB dan OSS RBA
- ✔ NPWP badan usaha
- ✔ Data Kemenkumham (AHU)
- ✔ Struktur direksi dan pemegang saham
- ✔ Beneficial Owner (Pemilik Manfaat Akhir)
Terkait sistem:
Pembaruan Pemilik Manfaat Akhir
Cek Kepatuhan Bank
3. Risiko yang Dinilai
- ✔ Risiko pencucian uang (AML risk)
- ✔ Risiko pendanaan ilegal
- ✔ Ketidaksesuaian data perusahaan
- ✔ Struktur kepemilikan tidak transparan
- ✔ Aktivitas bisnis tidak sesuai profil
4. Proses AML & KYC
- ✔ Verifikasi identitas badan usaha
- ✔ Validasi dokumen legal (AHU, OSS, NPWP)
- ✔ Identifikasi beneficial owner
- ✔ Screening risiko perusahaan
- ✔ Penilaian kepatuhan regulasi
5. Output Sistem
- ✔ Status KYC: Approved / Rejected / Pending
- ✔ Skor risiko AML
- ✔ Catatan red flags
- ✔ Kelayakan untuk transaksi finansial
Red Flags
- ⚠ Struktur kepemilikan tidak transparan
- ⚠ Beneficial owner tidak jelas
- ⚠ Aktivitas bisnis tidak sesuai profil risiko
- ⚠ Data OSS, NPWP, dan AHU tidak sinkron
- ⚠ Transaksi mencurigakan tanpa justifikasi ekonomi
AML & KYC adalah sistem kontrol utama dalam ekosistem finansial. Tanpa kepatuhan ini, perusahaan akan kesulitan mengakses perbankan, investasi, dan transaksi formal.